saiful abdullah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
BIARKAN RASA BERBICARA

BIARKAN RASA BERBICARA

Kau tau bagian tersulit dari terlanjur jatuh cinta padamu itu apa? Bangun dari segala kenyataan. Kenyataan bahwa ternyata kau pada akhirnya tidak ditakdirkan untukku . Mengagumimu dari kejauhan memang indah, namun terkadang membuat hati ini futur dan takabur dengan mendahului segala pengetahuanNya, seakan-akan aku sudah lebih tau pasti bahwa kau yang akan ku miliki. Jika memang pada akhirnya kau tidak ditakdirkan untukku, aku bisa apa?

Menentang takdirNya? Itu mustahil ku lakukan .

Bagaimanapun nantinya meski pada kenyataannya sulit bagiku, Aku hanya berharap semoga aku tak menyesal bahwa aku pernah mengagumi wanita sepertimu meski sampai saat ini aku masih membungkam perasaan kagumku dan semoga ini bukan menjadi hal yang sia-sia,.Sebab sebelum mencintaimu aku terlebih dahulu memahami cinta Sang Mahacinta .

Aku siap menerima resiko di akhir nanti, Sebab aku ingat bahwa hakikat mencintai adalah mengikhlaskan segala ketentuan dari Sang Mahacinta .

Entah yang ku kagumi itu menjadi ujian bagiku atau kah menjadi jodohku? Itu urusanNya.

Karena rasa cintaku padaNya lebih besar daripada rasa cintaku padamu .

Mencintai? Itu artinya siap mengikhlaskan segala ketentuan dari Sang Mahacinta.

Aku menangis bukan berarti aku bersedih ataupun terluka, Aku tersenyum bukan berarti aku tak memiliki beban apa-apa, ,Aku pun tertawa bukan berarti aku sedang merasa bahagia.

Kau bisa menilai apa yang kau lihat, tapi kau takkan bisa merasakan apa yang tak nampak kuperlihatkan.
Terkadang aku tersenyum untuk mensyukuri nikmat lainnya walau ada duka yang tengah mendera dalam dada, dan terkadang pula, aku bisa tertawa untuk menutupi luka hati yang tak bisa kujelaskan dengan kata-kata.
Hanya Tuhan yang Maha Tau, Ada rindu disini, dihati yang kotor ini, ada rasa sayang disini, dihati yang rapuh ini, ada juga banyak harapan disini, dihati yang kian melemah ini.

Rindu, cinta, dan harap hanya kugantungkan padaNya atas segala rasa yang tengah berada dalam hati.
Rindu yang tak mampu kutepis salah satu fitrahNya itu bukan aku yang mau. Sejujurnya aku tak ingin merindukanmu, karena merindukanmu hanya akan mengukir pilu, Walau fikiran bersikeras untuk tidak mengingat, namun hati selalu merasa rindu tanpa harus kuminta lebih dulu

Sekilas bayangan melintas dalam ingatan yang terkadang ia datang dan pergi walau tak kuminta ia untuk hadir kembali.

Sebisa mungkin kuhapuskan sesosok wajah yang selalu berusaha kulupakan, namun nampaknya ia masih enggan untuk berlalu dari ingatan. Walau kusadari kau bukan seseorang yang sedang kumiliki.

Ada rasa takut ditinggalkan, walau kusadari kau tidak bersamaku saat ini, Ada rasa rindu yang tengah kurasakan, walau kusadari kau tak mungkin turut merasakan rindu ini, Ada rasa sedih yang tak bisa kujelaskan, walau aku tak cukup mengerti apa yang tengah menjadi penyebab sesak dalam hati
Rindu?? Bolehkah aku merindukanmu? Salahkah jika merindukanmu? Walau aku tak pernah bisa menyentuh hidupmu, walau aku bukanlah seseorang yang bertahta dihatimu, namun tetap saja ada rindu yang sedang mendamba temu.

Meski hanya bisa kulihat dari jauh, meski tak harus berada dalam pandanganku, namun aku masih berharap ada lagi kata “temu”, Kuharap seperti itu karena mungkin saja akan mampu mengobati rasa pilu dan mengukir suatu bahagia untukku.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali